Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Mei 2018

Puisi



Tanah Surga .. katanya 

Bukan lautan hanya kolam susu .. katanya.
Tapi kata kakekku, hanya orang-orang kaya yang bisa minum susu.
 

Kail dan jala cukup menghidupimu, tiada badai tiada topan kau temui .. katanya.
Tapi kata kakekku, ikannya diambil nelayan-nelayan asing.
 

Ikan dan udang datang menghampirimu .. katanya.
Tapi kata kakekku, ssstt.. ada udang di balik batu.
 

Orang bilang tanah kita tanah surga .. katanya.
Tapi kata dokter intel, yang punya surga cuma pejabat-pejabat.
 

Tongkat kayu dan batu jadi tanaman .. katanya.
Tapi kata dokter intel, kayu-kayu kita dijual ke negara tetangga.
 

Orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman .. katanya.
Tapi kata kakekku, belum semua rakyatnya sejahtera, banyak pejabat yg menjual kayu dan batu untuk membangun surganya sendiri.



Salman... Dalam Film "Tanah Surga... Katanya"

 Puisi di atas dapat kita jadikan sebagai refleksi, kehiduoan berbangsa dan bernegara kita selama ini. Dan sebagai tamparan keras bagi kita , mengingat dalam film tersebut masyarajat pinggiran pun mempunyai semangat nasionalisme yang tinggi terhadap negara Indonesia.
 Untuk Indonesiaku...

Kamis, 03 Mei 2018

Puisi: Manusia Sempurna

Tentang Kesempurnaan Manusia
Oleh: Alfit Sair (Ap Lyceum)

Di satu senja yang bersahaja, kepadaku seorang teman menuangkan kegelisahannya. Ia berkata; Tuhan itu Maha Sempurna, mustahil jika dari-Nya tercipta sesuatu yang tidak sempurna. Oleh itu, seluruh ciptaan-Nya niscaya sempurna.

Akan tetapi, dari sini lahirlah masalah, yaitu; bila semua ciptaan telah sempurna, lantas untuk apa lagi penyembahan dan perbuatan baik dilakukan? Jika semua manusia telah sempurna, lantas dimana letak perbedaan orang² baik semisal Rasul Saw dengan orang² buruk semisal Abu Lahab?

Lama kurenungkan problem di atas, kuseruput kopi, lalu mulai menyusun kata demi kata, hingga menjadi untaian coretan berikut;

Dalam Filsafat, kesempurnaan ada dua jenis;
Kesempurnaan primer (kamal al-awwal) & kesempurnaan sekunder (kamal ats-tsani)

Berkenaan dengan manusia, kesempurnaan primer manusia adalah wujud manusia beserta potensi yang diberikan Tuhan kepada manusia sebagai bekal baginya dalam meraih kesempurnaan sekunder secara ikhtiari.

Kesempurnaan sekunder manusia yaitu kesempurnaan yang diraih oleh wujud manusia secara ikhtiari dengan menggunakan potensi yang dimikinya (kesempurnaan primer).

Sebagai contoh, kesempurnaan sekunder adalah ilmu, iman & amal yang diraih oleh manusia setelah ia menggunakan akalnya. Jadi, akal adalah kesempurnaan primer manusia, sedang ilmu, iman & amal adalah kesempurnaan sekunder baginya. Kesempurnaan primer mesti digunakan tuk meraih kesempurnaan sekunder.

Dari sisi kesempurnaan primer, semua manusia sama dan setara. Yakni, Tuhan menganugerahi wujud dan akal pada setiap manusia secara setara, sebagai potensi tuk menuju kesempurnaan sekunder.

Tentu, nilai manusia tidak ditentukan oleh kesempurnaan primernya, tetapi ditentukan oleh kesempurnaan sekundernya. Tahu mengapa? Sebab kesempurnaan primer manusia adalah hasil pemberian Tuhan secara determinis. Prinsipnya, sesuatu dikatakan memiliki nilai kesempurnaan manakala sesuatu tersebut diperoleh secara ikhtiari, bukan secara determinis.

Sebagai contoh, jika anda mendapat warisan uang dari ortu anda, uang tersebut tidak memiliki nilai kesempurnaan bagi anda. Kesempurnaan anda adalah ketika anda menghasilkan sesuatu dari uang warisan tersebut. Pun juga dengan kesempurnaan primer manusia berupa wujud dan akalnya, semua itu bukan neraca kesempurnaan manusia. Kesempurnaan primer manusia adalah 'nilai' Dia yang memberikan wujud dan akal (kesempurnaan primer) pada manusia, sebagai bekal menuju kesempurnaan sekunder.

Dalam Filsafat harmonisasi, kita sering katakan;
Jangan kau puji manusia karena akalnya,
Pujilah Dia yang meletakkan akal pada manusia.
Jangan kau puji indah semesta,
Pujilah Dia Sang Pelukis Semesta,
Dia yang melukis tanpa kanvas dan tinta.
Dia yang melukis dengan satu kata, "kun fayakun", terbentanglah indah semesta.

Nilai kesempurnaan manusia ditentukan oleh kesempurnaan sekundernya. Sebab, kesempurnaan sekunder, berupa ilmu, iman dan amal adalah hasil perolehan manusia secara mandiri, usai memanfaatkan kesempurnaan primer yang dimilikinya.

Dikarenakan tidak semua manusia memanfaatkan kesempurnaan primernya, maka berbedalah derajat manusia dari sisi kesempurnaan sekunder.

Ada banyak manusia yang menyia-nyiakan kesempurnaan primernya dengan cara meliburkan akalnya, akhirnya mereka tidak beroleh kesempurnaan sekunder. Semisal Abu lahab dll.

Ada banyak pula manusia yang menggunakan kesempurnaan primernya, mengaktifkan akalnya, namun tidak maksimal, akhirnya kesempurnaan sekunder yang diraihnya berada pada level rendah. Semisal kita² ini.

Ada juga sedikit manusia yang menggunakan kesempurnaan primernya secara maksimal, akhirnya ia beroleh kesempurnaan sekunder yang juga maksimal. Dia adalah manusia sempurna, semisal Rasul Saw.
Wassalam

Sumber

Minggu, 29 April 2018

Syair



Sajak Kematian
Oleh: Alfit Sair (Ap lyceum)

Disadari atau tidak,
Diinginkan atau tidak,
Semua kita sama;
Sama-sama menanti kematian.
Yang berbeda hanya model penantian.

Ada yang menanti aktif menjemput kematian,
Ada yang menanti pasif dijemput kematian.

Ada yang berlari mencari kematian,
Ada yang berlari menghindari kematian.

Ada yang menanti mati sembari menggenggam dunia,
Ada yang menanti mati sembari digenggam dunia.

Ada yang memuliakan diri dengan pengetahuan ruhani,
Ada yang menghinakan diri dengan perhiasan duniawi.

Ada yang terbang melayang, jauh ke atas Tuhan,
Ada yang merangkak terhempas, jauh di bawah hewan.

Ada yang hidup dengan kesadaran dan terjaga
Ada yang hidup dengan kelalaian dan tertidur.

Ada yang berkhidmat pada kemanusiaan,
Ada yang berkhianat pada kemanusiaan.

Pada akhirnya,
Ada yang meninggalkan dunia sebelum meninggal dunia,
Ada yang meninggal dunia sebelum meninggalkan dunia.

Ada yang mati tersenyum, orang lain menangis,
Ada yang mati menangis, orang lain tersenyum.

Ada yang mati ikhtiyari, mati sebelum mati,
Ada yang mati alami, mati setelah hidup.

Sumber: Lyceum Philosophia Institute

Filsafat



Logika vs Etika
Oleh: Alfit Sair (Ap Lyceum)

Logika itu seni berfikir
Etika itu seni bertindak

Logika itu undang² pikiran
Etika itu undang² tindakan

Logika itu berfikir sebagaimana adanya
Etika itu bertindak sebagaimana mestinya

Logika itu tentang benar-salah
Etika itu tentang maslahat-mudhorat

Logika itu tidak mengenal toleransi
Etika itu mengenal toleransi

Logika itu memaksakan kebenaran
Etika itu mengorbankan kebenaran

Logika itu menolak yang salah
Etika itu merangkul yang salah

Logika itu dalam akal
Etika itu dalam hati

Logika itu keindahan personal
Etika itu keindahan sosial

Logika itu....
Etika itu...

Sebagaimana kita butuh pada logika dalam tataran teoritis
Kita juga butuh pada etika dalam tataran praktis.

Sumber: Lyceum Philosophia Institute

Rabu, 14 Maret 2018

Puisi


Pergerakan...

Berlarung larung aku mengiba...
Berlarung larung aku meminta...

Kemakmuran...
Kekayaan...

Tak Ku terima sama sekali

Demi bulan dan bintang yang bersinar sepanjang zaman
Demi matahari yang panasnya sampai ke bumi

Aku tak akan pergi...
Aku tak akan pergi hingga kudapati anak-anak ku mendapat keadilan sejati

Perlawanan adalah jalan yang ku tempuh
Perjanjian beradab berlolongan mencari dan menjadi
Api Tani... semogalah membakar kemunafikan hati



by : API TANI Jember, PC PMII Jember

Senin, 19 Februari 2018

Puisi : SIAPKAH ANDA?


 SIAPKAH ANDA?

image 1.1: tidak ada yang tahu kapan kematian menjemput

Ketika Malaikat Maut datang
Yang turun dari langit dengan cepat
Yang mendahului dengan kencang

20 menit, 7 kali dia melihatmu
Menunggu perintah-Nya untuk datang kepadamu

Dan saat tiba waktunya
Siapkah Anda? 
Ketika Malaikat Maut menjemputmu
mencabut nyawa dengan lemah lembut
mencabut nyawa dengan keras

Pedih tiada tara
kau tertatih mengucap nama-Nya
tiada lagi penolong bagimu

Lantas kenapa kau berpaling
kau bangga dengan perbuatanmu
kau menyombongkan diri
dan enggan untuk bersujud

Dan saat hari itu tiba
kau dibangkitkan dari tulang belulang
menghadap Sang Kekasih dengan penuh penyesalan

La ilaha ilallah Muhammadur rasulullah
Bukankah Allah sebaik-baik penolong?


by, H.H

Minggu, 26 November 2017

PUISI : "Mengenal CINTA"



Mengenal CINTA ....


CINTA ....

Cinta adalah fitrah yang Allah berikan kepada setiap insan
Karena cinta membuat hidupku lebih berwarna
Walau ku tau, aku takkan pernah melihat wujud dari cinta
Cinta begitu indah
Cinta begitu mempesona 
Cinta kau yang mengajarkanku apa artinya sebuah perhatian kecil dalam hidupku
Dalam sekejap mata ku berkedip kau datang menghampiriku
Yang tak pernah akan ku sangka hadirmu begitu cepat

CINTA ....

Kau hanya bisa kurasakan tak bisa ku pegang tak bisa ku genggam erat-erat agar kau tak lepas
Kau bagaikan pengisi ruang yang tak berwujud
Ketika kau datang, kau membuatku begitu bermakna  
Entah apa ?
Entah itu semua telah ku alami denganmu cinta
Allah hadirkan cinta untukku sebagai pelengkap duniaku
Kau begitu indah cinta
Bagaikan segala-galanya

CINTA ....

Kau ajarkanku sebuah penantian
Kau ajarkan ku sebuah pengorbanan
Dalam sekejap aku telah buta karenamu
Karena indahnya rasa cinta itu
Dalam penantianku kini kurasakan
Cinta tak harus memiliki seperti yang kurasakan sekarang
Cinta begitu indah itu sekarang menyakitkan bagiku
Karena aku telah salah menempatkan cinta itu
Aku salah
Aku telah berdosa tak bisa menjagamu untuk yang sekarang
Cinta kepada makhluk tuhanku  yang belum pasti
Maafkan aku
Dan kini aku sadar, dan aku sangat tersadarkan
Allah memberi kesempatan untukku
Untuk lebih mengenal cinta atas segala Ridho-Nya
Cinta yang indah dalam pernikahan
Bukan Cinta dalam hubungan haram


@SAR

Dampak adanya Virus Corona Terhadap Kehidupan Sosial Masyarakat

Dampak adanya Virus Corona Terhadap Kehidupan Sosial Masyaraka t Nama : Nita Purnamasari NIM : 180910302003          Duni...